HIDUP ITU JANGAN SEDERHANA, HIDUP ITU HARUS LUAS, HARUS TANGGUH, ... YANG SEDERHANA ADALAH SIKAP - SIKAPNYA.

Thursday, March 19, 2009

Susahnya jadi anak buah.. emangnya bos nda'??

SUSAHNYA JADI ANAK BUAH..... EMANGNYA BOS NDA’ ???


Cerita ini milik Kakak saya tercinta yang jago banget nulisnya hehe...(Promosi dikit...)

“Bangun pagi kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi, abis mandi........trus ngantor dech”, demikianlah sepenggal rutinitas awal pagi yang wajib dijalankan oleh sebagian orang kantoran dari Senin hingga Jumat, malah kadang ada yang nekad melakukannya hingga Sabtu dan Minggu. Wah, kalo itu seh dua jempol buat mereka para “pejuang” perusahaan. Menurut sebagian orang, Senin dianggap hari terberat dan Jumat hari yang paling ditunggu-tunggu dengan senyum sumringah. Kesimpulan ini berani diambil karna begitu populernya kalimat I DONT LIKE MONDAY, dan beredar luasnya kalimat HAVE A NICE WEEKEND pada Jumat sore hari.

Setiap pagi hari kerja, jalanan terlihat begitu padat dengan beragam jenis kendaraan yang lalu lalang, mungkin inilah dampak dari banyaknya perusahaan leasing yang bermunculan bak jamur dengan tawaran menggiurkan CICILAN SEKECIL MUNGKIN DENGAN JANGKA WAKTU PEMBAYARAN SEUMUR HIDUP, husstsstt... yang terakhir ini on sensor ya, hehehe. Berbagai penghuni jalan raya pun terlihat, nampak seorang Bapak separuh baya berseragam kantor, membonceng seorang wanita (mungkin istrinya-red) dan dua anaknya dalam balutan seragam sekolah putih merah dengan motor barunya. Dalam benaknya, “wah harus mengurangi jatah rokok 18 bulan ke depan neh buat cicilan”. Dan sang isteri dengan sorak-sorak bergembira pun bergumam, “akhirnya suamiku sadar juga, lumayan buat nambah-nambah beli keperluan dapur plus kosmetik”. Tiba-tiba sekelebat mobil mewah impor melintas dengan bangganya, memuat sopir dan seorang Bapak separuh baya lainnya yang duduk seorang diri di kursi belakang yang luas, lengkap dengan jas, dasi dan HP blackberry ditangannya yang sedikit gempal, sungguh pemandangan yang kontras. Motor yang pemakaian lahannya di jalan raya kecil, dipake untuk mengangkut 4 orang secara bersamaan, sementara mobil yang bodinya agak memakan lahan jalan raya itu, hanya dimuati oleh dua orang saja. Wow....betapa adilnya dunia. Tiba-tiba disadarkan kalo lampu merah telah berubah hijau, saatnya tuk melanjutkan perjalanan seorang diri dengan motor yang BPKBnya baru aja diambil dari salah satu perusahaan leasing setelah berbulan-bulan sengaja dititipkan disana alias cicilan yang akhirnya lunas juga. Hore.

Kita mungkin tidak mengenal secara pribadi kedua sosok Bapak paruh baya tadi, tapi kesamaan ciri-ciri beliau banyak kita dijumpai. Tanpa bermaksud menghakimi ataupun membela satu sama lain, itulah realita hidup yang ada. Banyak keluarga yang ekonominya pas-pasan, kudu rela menghidupi anggota keluarganya yang sejubel, akibat masih menerapkan prinsip BANYAK ANAK BANYAK REJEKI, akhirnya mereka terbiasa hidup cukup dengan gaji bulanan yang jumlahnya pas-pasan ... pas ada uang, pas ada utang yang harus segera dibayar. Sementara tetangga sebelah dengan jargon andalan DUA ANAK CUKUP, SATU ISTRI BELUM CUKUP dengan hanya menggesekkan kartu ATM dan kartu kredit sang suami, maka terpenuhilah kebutuhan keluarganya sekejap mata. Nah, ada lagi jenis pekerja lain yang belum direpotkan dengan urusan rumah tangganya sendiri alias LAJANG, meski turut serta memberikan sumbangsih kecil bagi keluarga besarnya di seberang pulau sana. Jargon yang paling ampuh bagi mereka adalah MASAK-MASAK SENDIRI, MAKAN-MAKAN SENDIRI, NYUCI-NYETRIKA SENDIRI, TIDUR-TIDUR SENDIRI, MASALAH????? YA TANGGUNG-TANGGUNG SENDIRI.. huahaha... Nasib anak kos, berteman sepi dan indomie…

Sarapan pagi baru sempat dilakukannya setelah ada uluran tangan dari rekan-rekan lainnya yang menawarkan makanan gratis. Lah, itu seh namanya bukannya nda sempat, tapi memang niatnya aja nyari gratisan, mang rasanya beda ya antara gratis dengan non gratis???? sok nda tau gitu dech... Ritual pekerjaan kemudian dimulai dengan membuka YM, email, facebook, friendster, kompas dan Google tuk melakukan browsing tanpa batas dengan semangat 45, mumpung gratis… lagi-lagi aromanya gratisan... hehehe... Sepasang matanya sengaja dialihkan tuk menghindari tumpukan kerjaan dengan maksud ingin lebih berkosentrasi ke tampilan layar monitor yang memuat info terbaru teman-teman yang memiliki tingkat kenarsisan yang sama dan sebangun di facebook. Eits... dilarang protes ya. Tiba-tiba Suara deheman Bos hadir tanpa diundang, wah ketahuan deh, dengan lirikan mata sok wibawanya seolah-olah berkata DILARANG MENGGUNAKAN FASILITAS KANTOR UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI. Waduh, anak buah dilarang ya Bos, trus berlaku juga nda ya buat Bos????? Namun terima kasihnya kemudian dipersembahkan kepada hasil browsing kemaren, tentang cara-cara berkelit di depan Bos, yang menolongnya pada saat yang tepat dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jadi teringat dengan salah satu email teman beberapa waktu lalu:
Sekilas Info Tentang Warna-Warni Kehidupan Kantor : Ada pria, Ada wanita, Ada yang pura2 rajin, Ada yang santai, Ada yang penjilat, Ada yang Penurut, Ada yang suka main games, Ada yang suka tidur, Ada yang suka marah-marah, Ada yang stress, Ada yang suka gosip, Ada yang suka jalan2, Ada yang lidahnya panjang menjulur ke bawah, Ada yang suka ngerusak properti kantor, Ada yang suka bolak-balik ambil minum, Ada pujian, Ada juga makian, Ada yang ceria, Ada juga yang bete. Tapi katanya "We're a team" So be fun, enjoy your time, your work & achieve the best, dan ada juga yang kerjaannya senang buka email seperti kamu, Ayo kembali kerja....he..he..he...

Peran anak buah pun mulai kembali dilakoninya, bekerja sekeras baja, menyelesaikan pekerjaan sesegera mungkin, demi untuk menampung kerjaan baru yang sedari tadi mengejar tanpa lelah. Suara-suara BUZZZ YM, dan kedatangan-kedatangan email baru yang menginformasikan info terkini pun tak mampu menggoda aktivitas kerjaan kantor pada layar monitor. Laporan selesai. Berharap akhirnya punya kesempatan tuk bercanda dengan suara-suara yang terabaikan tadi, namun tiba-tiba terdengar suara deringan telepon. Kemudian terdengarlah alunan merdu omelan customer yang tidak puas atas pelayanan perusahaan, complain pun terjadi, mulai dari hal yang yang menjadi alasan utama mengapa mereka menelepon, sampai keluhan masalah-masalah keluarga mereka, yang katanya terjadi karena diakibatkan oleh ulah perusahaan. Heran...!!! masa anak yang sakit, SPP anak, segala alat rumah tangga dan dapur, harga diri di mata tetangga, perceraian, hasil dagang yang merugi, digigit anjing tetangga, dihubung-hubungkan dengan pelayanan perusahaan. Apa iya pemerintah perlu membentuk Badan Penasihat Rumah Tangga ya????, biar mereka-mereka dapat menyalurkannya ke wadah yang benar, bukan ke perusahaan yang sedari awalnya dibentuk fungsinya bukan untuk menampung kemarahan hati yang lagi resah, apalagi disalurkan ke telinga seorang anak buah yang tak berdaya. Baru menghembuskan beberapa kali tarikan nafas lega, kembali terdengar suara bunyi telepon, suaranya terdengar begitu tegas... “Ke Ruangan Saya Segera”...

Tanpa menunggu aba-aba, kaki refleks melangkah tergopoh-gopoh, dengan iringan doa yang tiada henti-hentinya berharap semuanya kan baik-baik saja. Huh, kalo keadaan susah kayak gini aja, ingat ama Tuhan, tadi pas browsing-browsing koq sempat mampir ke tempat terlarang ya... Maafkan.... Tiga ketukan pintu cukup membuat Bos memberikan aba-aba masuk. Dalam hati berfikir mimik bagaimana yang pas tuk dipajang pada saat seperti ini: wibawa, senyum, bloon, culun, cuek atau sok lugu. Semoga kali ini otot-otot wajah memasang mimik yang pas dan enak buat menentramkan hati Bos, yang otot-otot wajahnya sedari tadi terlihat menegang, untung wajahnya aja, coba kalo yang lain, tangan misalnya wah bisa kena tonjok dong. Kalimat pertama yang keluar dari bibir Bos yang sedikit sexy... “Kamu ini kerjanya bagaimana seh, hampir batas deadline begini target kinerja belum juga tercapai, laporan belum juga rampung, biaya yang ditargetkan koq bisa membengkak, rekanan-rekanan kenapa pada mogok, koq banyak customer yang mengeluh... dan lain-lain sebagainya”.Kali ini gantian otot-otot kuping sang anak buah yang panas dibuatnya, dalam hati berkata... “Loh, kemaren itukan Bapak yang memerintahkan kerjaan dieksekusi seperti itu, katanya laporan ditunda sejenak tuk menunggu laporan dari unit lain, rekanan kan baru boleh boleh dibayar jika berkas-berkasnya lengkap dan kerjaannya rampung. Bapak lupa ya? kemaren siapa yang menyuruh memindahkan order ke supplier baru, itu loh supplier teman Bos Bapak hasil nota sakti itu. Bapak... Bapak.., koq amnesianya kambuh pada saat genting kayak gini, sadar dong Pak. Kami kan bekerja berdasarkan perintah dan petunjukmu”.. tapi lagi-lagi hanya cukup dalam hati saja.

Akhirnya, emosi jiwa sang Bos sukses tersalurkan tanpa hambatan, tanpa sanggahan, dan tanpa-tanpa yang lainnya, seperti tanpa memberi kesempatan orang lain bicara, tanpa melihat kalo orang yang didepannya itu juga manusia yang punya sejuta rasa. Dan hanya mampu berkata... “iya Pak, iya, iya, nanti saya perbaiki, iya, iya saya yang keliru, iya saya akan lembur, dan iya-iya lainnya”... Ah, nasib jadi anak buah, tempat sampahnya salah dan keliru jika terjadi kesalahan, tapi begitu pembagian bonus atas prestasi kerja gemilang, pasti yang dapat porsi terbesar ya para Bos, yang dapat promosi tingkat tinggi ya para Bos. Sang anak buah pun harus rela mengelus dada sambil sabar menanti kapan dirinya berada diposisi seperti Bos, sehingga punya power TELUNJUK SAKTI, TINGGAL TUNJUK SEMUA HARUS MESTI. Sabar.. sabar.. ikhlas.. ikhlas...(buka buku Quantum Ikhlas-Erbe Sentanu lagi neh)... ingat motto pekerja dong.. BEKERJA KERAS, BEKERJA CERDAS, DAN BEKERJA IKHLAS. Uhhhhhh……

“Libur tlah tiba… libur tlah tiba… hore… hore… hore…”... Tinggalkan sejenak rutinitas kantor, bersiap-siap melakukan family gathering yang diadakan perusahaan. Lega rasanya melepas sejenak atribut kantor beserta kroni-kroninya, saatnya bersantai ria. Bebas duduk di barisan manapun dalam bis, toh nametag Bos dan Anak Buah dilepas tuk sementara. Tampak Bos dan istrinya yang cantik terawat dengan seorang buah hatinya yang masih kecil dibarisan tengah. Sungguh Hidup yang sempuna ya Bos..!!!!. Deringan HP Bos tiba-tiba membahana di dalam bis, sontak membangunkan sebahagian penumpang yang sempat tertidur sejenak, kemudian terdengarlah sahutan Bos. Tapi koq isinya hampir sama seperti sahutan anak buah kemaren ya???... iya Pak.. segera Pak.. iya.. iya... iya.. tidak masalah Pak.. iya Pak.. iya.. iya… lengkap dengan kerutan dahi dan sesekali anggukan kepala seperti hendak memberikan sinyal hormat pada seseorang. Eh, tak taunya itu imergency call dari Bosnya Bos yang di pusat.. hehehe… Belum sempat HP dimasukkan ke tempat peraduannya, terdengar lagi jeritan anak Bos tersayang yang merengek minta susu. Lalu dengan telunjuk indah terawat nan sakti mandraguna ditambah tempelan asesoris wajah dengan alis terangkat, sang isteri tercintapun berkata, “Pa... anakmu tuh, bikinin susu gih…botol dan susunya ada di tas merah dipojokan belakang sono, mama ngantuk”. Dan seperti terhipnotis dengan kemerduan suara istrinya sang Bos pun melangkah pasrah melaksanakan perintah tanpa sepatah kata pun. Huahahaha… TERNYATA DIATAS BOS MASIH ADA BOS….!!!


(Noe2 : Maret 2009)


NB :
Tulisan diatas adalah fiktif belaka, jika terjadi kesamaan cerita, pelaku, kejadian, tempat dan lain-lain, adalah suatu kebetulan yang tidak disengaja. Semua Kekeliruan Datangnya dari Aq, dan Kebenaran adalah milik Allah SWT semata. So maafkan....

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.